Monday, April 27, 2015

#BeraniLebih untuk Berhutang

Sampai usia 25 tahunan lebih, saya punya hutang ga pernah lebih dari 500 ribu. Ngeri lah hutang itu, apalagi kalau ga bisa bayar. Beban di hati, beban di kantong *berat badan juga beban ya buuu ??*

Selepas bekerja, sampailah kita ke saat yang berbahagia. Entah mengapa, saya yang biasanya bisa saving "banyak", kok jadi sedikit ya ? Padahal gaji berdua ? mungkin karena kebutuhan juga semakin banyak, jadi fokus beli ini itu untuk perabotan, dll. 

Sampai punya anak pun gitu, hidup mati ga bakalan mau hutang. Apalagi suami yang dari sono-nya kagak mau utang, nah aku jadilah bingung, kalau kurang kan ga mungkin minta ortu ? bisa sih, tapi malu :)

Orang Tua saya sudah pernah berpesan, tidak perlu beli rumah. Ini udah dibagi satu-satu sama adek-mu, jadi masing-masing dapat rumah sendiri... dan saya pun leha-leha. Sampai suatu hari saya terketuk hati dan pikiran bahwa saya harus punya RUMAH SENDIRI dari keajaiban kantong gaji pegawai teladan Indonesia dan ga melulu dari orang tua. Sebenernya sedikit mau mutung pas tau harga rumah naik hampir 100 juta dari sebelumnya, tapi kalau dipikir, harganya bakal naik terus, jadi harus cepet-cepet ambil. Apalagi rumah di daerah Kota, udah ga ada yang dibawah 200 jeti.

Akhirnya saya niatkan diri untuk berhutang, saya ga mau nyesel ketika tua, ga ada yang diwariskan untuk anak-anak dan ga ada cerita hutang-hutangan juga sih, seru pasti kan ?! lagian ini hutang baik kok, karena saya meminjam uang untuk membeli barang atau aset yang bertambah nilainya sepanjang waktu, jadi mari kencangkan ikat pinggang *bye makan-makan di caaffeeee*

Sebelum saya berani lebih untuk berhutang, saya juga baca-baca refrensi untuk keuangan keluarga yang baik, yaitu 1/3 dari pendapatan bersih kita. Misal gaji kita 5 juta, hutang kita jangan lebih dari 2 juta, karena kalau lebih, kita pasti bakalan galau lihat produk baru di Instagram. Mau beli, ga da doku hehehehehe

Setelah berhitung, maka sekarang saatnya memutuskan apakah kita memiliki kemampuan dan bisa mengelola dampaknya terhadap pola pengeluaran  untuk beberapa waktu ke depan. Dengan demikian setiap keputusan berhutang dibuat dengan bijaksana dengan mempertimbangkan kepentingan, kebutuhan dan kemampuan membayar. Dengan demikian kita juga akan belajar menjadi debitur yang bertanggung jawab. Mari #BeraniLebih Untuk Berhutang :)

Twitter : anantyaous
Instagram : anantyaous


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...