Wednesday, April 17, 2013

#KelasEdukASI PreNatal bersama suami

Minggu kemarin, tepatnya 14 April 2013, saya dan suami mengikuti #KelasEduASI Prenatal yang diselenggarakan oleh @aimi_jatim di Big Burger Malang. Antusias ? sangat...
dan ga nyangka, suami saya yang paling bersemangat. Kita ikut couple, jadi bayarnya lebih murah 10 rebu. Untuk ilmu, mahal dikit gpp. Demi kakak dapat hak-nya..

Banyak yang kami pelajari dari kelas prenatal tersebut. Intinya Pre (sebelum) Natal (kelahiran), kita diberikan info tentang apasih itu IMD, ASIX (ASI Eksklusif), MPASI (Makanan Pendamping ASI), dll. Dan kebanyakan memang yang ikut adalah ibu-ibu hamil, jadi bisa sejak dini disiapkan untuk kelahiran baby nya nanti :)

Awal saya pengen jadi pejuang ASI adalah melihat teman saya yang ternyata konselor ASI sering nge-share pengalaman mereka, apa manfaat ASI, dls. Menurut saya itu wow banget dan ilmu baru. Apalagi sekarang lagi in ASIP yaitu ASI Perah. Dimana ga ada alagi wanita pekerja yang ga menyusui anaknya gara-gara mulai masuk kerja. Jadi ASI itu bisa diperah dan disimpan (dengan tata cara tertentu). Alasan lainnya adalah hematnya ASI. Berapa sih harga susu formula (sufor) se dus sekarang ? mahal banget kan ? bayangin kalau kita ga perlu beli itu dan uang nya bisa kita saving untuk pendidikan anak kita nanti. Itung-itungannya sih bisa kurleb kita save 25 jeti untuk 2 taun. Waaahhhh....

Dan yang bikin saya lebih semgat lagi adalah suami saya. Apalagi sejak dia baca buku-nya @id_AyahASI, wwaahhh bener deh menggila beud *lebay*. Apalagi suami saya salah satu contoh peminum ASI selama 2 tahun. Saya salut sama hubby tercinta, bersyukur sekali Allah memberi jodoh yang selalu bersyukur atas nikmatNya.

Suami adalah salah satu pendukung ASI. 50% keberhasilan dan kegagalan pemberian ASI adalah suami. Bila sang ibu nyaman, maka ASI yang dikeluarkan juga banyak, tetapi bila stress maka muncul sebaliknya. Jadi peran suami sangat sangat penting. Karena kita tahu, ortu-ortu pasti selalu nambahin sesuatu ke bayi dengan alasan biar cepet kenyang, ga nangis, dls. Jadi sekarang gimana cara saya dan suami memberikan info ini dengan benar ke ortu dan mertua tanpa menyinggung beliau-beliau semua. Kalau memang ada yang baik, kenapa harus ditolak ? :D

InsyaAllah sambil nunggu lahiran, kami berencana Belanja Rumah Sakit. Karena di Kota Malang, masih banyak RS yang belum Pro IMD dan ASI. Saya sendiri ga mau kecolongan hanya karena alasan baby-nya lapar. padahal baby baru lahir bisa tahan sampai 78 jam tanpa makan minum. Tapi jujur, saya juga ga mau saklek banget, kalau memang ASI ga keluar, saya harus cari pilihan penggantinya. Semoga aja saya bisa dapat RS yang friendly dan mendukung kami nantinya. Ntar saya share lagi, mungkin bisa membantu yang lain :*


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...