Monday, November 14, 2011

Malam Sebelum Hari H

Share pengalaman. Kemarin pengen banget ditulis, tapi baru sempet ditulis sekarang dan ternyata sudah keduluan blog sebelah :))

Ceritanya niiihh...

Sabtu, 5 November 2011 diajak buka bersama di Ocean Garden Sawojajar, rencananya setelah itu sih lanjut ke acara temen kuliah. Acara berjalan lancar sampai rencana kedua. Berhubung sang pacar dengan Ibu-nya, akhirnya sendirianlah aku menyusuri jalan....

Sesampainya di perempatan sawojajar 2, tiba-tiba keinget kalau besok Hari Raya Qurban & keinget lagi kalau belum ngeluarin kurban apapun. Bukannya lupa atau gimana, tapi karena sudah terbiasa kalau pas zakat gitu yang ngasih ortu & aku nya ga sadar banget kalau sudah kerja & memang sudah bukan kewajiban ortu untuk "menzakati" hehehehehe *khilaf yang tertunda*

Akhirnya sepanjang jalan aku pun berdoa dalam hati, garis besarnya kayak gini... "Ya Allah, berikanlah aku rejeki agar tahun depan aku bisa berqurban & memberi lebih besar, paling ga kambing" dan doa-doa yang lain & intinya aku tetep ga tau sih, ortu ku udah zakatin aku apa belom *khilaf lagi*.

Ceritapun berlanjut....
Setelah doa itu selesai, kira-kira selesainya setelah jembatan sulfat *yah kurang lebih doanya kayak gitu tapi panjang*, eh tau-tau dari belakang muncullah pengendara motor berbaju jas hujan mengambil tas ku. HUUAAAAAA..... dengan gerakan reflek menjaga harta benda, aku kejar tuh penjambret dengan kecepatan tingkat tinggi sambil teriak "JAMBBBRREETTTT...!!" & ga ada yang nolongin ya ? huhuhuhu cuma diliatin doang wkwkwkwkwk

Habis kejar-kejar an layaknya pembalap & terhimpit beberapa kendaraan, hati ku bilang kalau aku harus merelakannya. Daripada aku ngejar dan kenapa-kenapa + barangku ga kembali ? mending aku pelanin motorku...
Di depan Alfamart Sulfat, aku masih panik tuh, teriak-teriak trus ada sepasang suami-isteri berhenti, prihatin gitu ada cewek cantik di pinggir jalan kebingungan hehehehe
Dari kepanikakan yang huru-hara, tiba-tiba aku diam, aku bilang ke pasangan suami isteri itu "sudah tidak apa-apa pak, saya ikhlas", sayangnya ga bisa tergambarkan wajah bapak-ibu itu yang semakin syok ngeliatin perubahanku :))

Baiklah, dengan langkah berkendara yang gontai, sampailah daku ke rumah dengan mental baja & benar, seluruh keluarga kaget..... baru aku bisa sedikit nangis di pangkuan IBU.
Habis blokir kartu sana-sini, bersiaplah daku ke Polres buat ngelaporin surat hilang, Alhamdulillah ga dikenai biaya hehehehe
Pulang ke rumah, ada telepon dari PMI. Katanya ada ibu-ibu yang nemuin dompetku didaerah Singosari. Disinilah kekuatan ikhlas itu...

Dompet ditemukan rusak, kartu-kartu sebagian udah comel-comel, tapi yang penting SIM & KTP yang mbuatnya ribet itu tetap ada.. hhoorraayyyyy 500 ribu di dompet, disisain 5 ribu aja. makasih ya mmbbrreettt.... (^ ^)v

Dari semua kejadian ini, jujur aku ga bisa menangis, aku malah lebih banyak tersenyum. Gimana Allah dalam sekejap bisa mengambil harta yang kita punya dan gimana Allah pun bisa memberi rejeki diluar akal kita. Aku percaya Allah akan memberi gantinya, DIA mempercayakanku untuk menerima cobaannya & DIA pasti percaya aku bisa menghadapinya. Kita meminta banyak padanya, jadi apa salahnya kita juga memberi yang banyak atau lebih banyak dari itu.

Kejadian ini terjadi tepat 1 hari sebelum Idul Adha, aku teringat kisah Nabi Ibrahim yang mengikhlaskan anaknya untuk dikurbankan, padahal anaknya adalah anak yang sudah lama ditunggu-tunggu dan disayanginya. Aku sayang harta benda ku & mungkin itulah yang Allah mau. Keikhlasan sebagai seorang hamba...

Instropeksi diri. aku sekarang sudah kerja & aku merasa sedekahku sudah "lebih", nyatanya ga bisa diitung-itung secara nominal potongan-potongan gitu. Yang ada, belajar "tutup mata" dengan pemberian sedekah kita. Hari Senin setelah kejadian penjambretan, aku ngurus ATM & kartu-kartu lainnya, alhamdulillah lancar. Pulangnya aku masukin uang 50ribu ke Masjid, Alhamdulillah ga sampai 2 jam, aku dapat ganti 100 ribu *ga bermaksud pamer, tapi kenyataan kekuatan ikhlas & sedekah*
....dan dalam 1 minggu, Alhamdulillah uang 500 ribu yang hilang itu sudah dapat gantinya. Rejeki itu pun diluar akal & ga disangka-sangka. 

Kalau mau dihitung-hitung, kerugian itu bisa beli 2-3 ekor kambing, tapi kenyataannya aku malah lupa udah zakat atau belum. Kejadian ini membawa hikmah yang besar bagiku. Ku relakan "kambing" itu, untuk sapi bahkan unta yang insyaAllah akan aku dapatkan. Amien....

Allah Maha Baik <3

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...