Thursday, December 2, 2010

SEFT (spiritual emotional freedom technique),

Beberapa hari setelah meletusnya Gunung Merapi, banyak email yang masuk. email itu berasal dari Jaringan Pekerja Sosial di account Gmail. isinya macem-macem, ada relawan, bantuan, saling kontak tentang informasi terakhir Merapi, dls. Suatu hari aku tertarik dengan salahh satu penyembuhan trauma yang bernama SEFT (spiritual emotional freedom technique).
ini beberapa cara-cara dari metode penyembuhan tersebut :
  1. Ajak pengungsi untuk berkumpul di satu tempat, bila memungkinkan di tempat yg lebih tenang, Ibu-ibu yang memiliki bayi lebih baik dikelompokkan, jelaskan pada pengungsi bahwa anda akan mengajak mereka untuk berusaha mengurangi/menghilangkan tekanan, kegelisahan, kengerian dan keputus-asaan, jelaskan pula bahwa tiada daya dan upaya kecuali milikNya.
  2. Bimbing mereka untuk mengucapkan 'niat' atau kalimat set-up, yang antara lain bisa berbunyi seperti ini: "Ya Allah/Tuhan, meskipun saat ini saya berada di pengungsian, penuh dengan keterbatasan, dan habis sudah semua harta benda saya, saya ikhlas menerimanya, dan saya pasrahkan kebaikan diri saya kepadaMu". Ucapkan niat tersebut sambil tangan kanan menyentuh/memencet 'titik ngilu' yang umumnya berada di dada kiri bagian atas (bagian yg bila ditekan terasa lebih ngilu dibanding bagian lain). Kalimat set-up diatas bersifat umum, untuk kondisi khusus .
  3. Bimbing mereka untuk 'merasakan/memanggil' atau tune-in dengan suasana/perasaan terdalam akan kengerian/kepedihan mereka akibat bencana ini. Setiap orang mungkin memiliki perasaan kepiluan yang berbeda-beda dalam situasi yang sama. Misal, membayangkan kembali kegetiran meninggalkan rumah dan semua harta benda, membayangkan suasana panik saat berlari menghindar dari awan panas, membayangkan perasaan sedih tercerai berai dari keluarga, dll.
  4. Bersamaan dengan munculnya 'perasaan' kepiluan tadi, bimbing mereka untuk mengucapkan "Ya Allah/Tuhan, saya ikhlas saya pasrah", sambil lakukan sentuhan/ketukan dengan dua jari tangan kanan pada 9 titik berikut:
  • Ubun-ubun, tepat di atas kepala segaris dengan telinga.
  • Tulang mata bagian pangkal alis di atas hidung, kanan atau kiri sama saja.
  • Tulang mata bagian luar atas (pilingan), kanan atau kiri.
  • Tulang mata bagian bawah, di bawah kantong mata.
  • Bagian di bawang hidung di atas bibir ( di atas kumismu Mas :) )
  • Bagian di bawang bibir di atas dagu.
  • Tulang kelereng antara dada dan leher, yang njendol seperti bakso itu, pertemuan tulang iga bagian atas, kanan atau kiri sama saja.
  • Tulang di bawah lingkar bidang susu, (bukan putingnya), kanan atau kiri.
  • Tulang di bawang ketiak, segaris dengan puting susu, kanan atau kiri.

lakukan ketukan secukupnya, lalu berpindah sesuai urutan 9 titik, tidak ada batasan berapa kali ketukan.


5. Setelah selesai ketukan di 9 titik, bimbing mereka untuk tarik nafas panjang, lalu hembuskan sambil 'membuang' kepiluan tadi, dan ucapkan "alhamdulilah/terima kasih Tuhan", lakukan 3 kali hembusan nafas.

Para SEFTer dapat melakukan sendiri face-to-face, atau membimbing mereka secara masal untuk melakukan ketukan tadi oleh masing-masing pengungsi. atau bisa juga via telepon.


Sumber: www.logos.co.id

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...