Thursday, June 2, 2016

Kanya as a Threenager

Kalau Uti Kanya maen ke rumah, pasti beliau nyeritain cucu-nya yang Threenager banget. Saya sampai ketawa cekikikan *apa ya bahasanya* ga jelas, endel banget lah pokoknya. Saya pikir karena perkembangan jaman, anak-anak sekarang berperilaku kayak ABG, tapi ternyata nggak juga. Dan ini berlaku pada anak cewek eike, si Kanya. Saya sampai geleng-geleng pantat kepala, kalau liat tingkah lakunya. Mana udah tau cowok *ini ulah tantenya*, tetiba berubah galau, pura-pura nangis, dan beribu keunikan lainnya. Kalau diinget bikin saya murka sih kadang-kadang..

Yang paling baru, ketika kemarin Kanya sakit, dia minta Bapak-nya dibelikan Baksyo *huruf Y nya dibaca yaa.. si endel kalau ngomong gitu. lelah saya*. Pada saat itu lagi ujan lumayan deres, dan renggekan juga makin deres. Dengan niat teguh, sang Bapak berangkat memenuhi permintaan anak cewek-nya. Ketika si Baksyo datang, Bunda siapin di mangkok, siap ndulang, bos kecil bilang "Kanya ga mau *sambil tutup mulut*, Kanya kenyang, terus dia tiduran*... Bapak-nya Kanya langsung cemberut :')

Dari artikel yang saya baca disini pada prinsipnya anak usia tiga ingin menunjukkan bahwa ia (berpikir) bisa melakukan banyak hal sendiri. Setelah dua tahun merasa bergantung pada orang tua dalam melakukan apa-apa, kini saatnya ia ‘meneriakkan’, “Aku bukan anak kecil lagi! Aku sudah besar! Aku bisa sendiri!”. Itulah sebabnya mereka merasa pendapat mereka penting untuk Anda dengarkan. Masalahnya, orang tua sering melihat apa yang mereka lakukan atau inginkan tidak pas dengan keinginan orang tua. Inilah yang menyebabkan orang tua dan anak jadi ribut. *ribut yeessss.... sewring bingits*

Sama nggak sih ? ini ciri-ciri kalau si bos kecil menjadi Threenager ? :)
  1. Ada ketakutan tersendiri ketika menghidangkan kue atau makanan untuk anak kita. Kadang-kadang minta dipotongin bentuk kotak, tiba-tiba berubah pikiran lagi. heddeehh...
  2. Teges banget sambil tangan di taruh pinggang "aku ga mau..." "aku bisa sendiri..." dls
  3. Selalu protes kalau dipilihin baju, mau-nya milih sendiri dan baju itu terus yang dipilih *oalah nduk, cepet mbulak*
  4. Inget kalau main di playground atau dimanapun dan kita pengen mereka berhenti ? pas kita gendong, tiba-tiba mereka tiduran terus badannya berat bangett.. *haduh naakk... draammaaaa!!!*
  5. Kalau habis mandi dan dipakaikan pakain, mereka laaarrii... aarrggghhh !!
  6. Disuruh bobok siang, pasti ada aja deehh alasannya. Padahal mata udah keriyep-kriyep begituh.
......sabar ya Bun, mereka lucu dan akan besar nantinya. Hiks jadi terharu !!

Ada beberapa tips yang saya baca disini dan bisa diaplikasin :


Hadapi dengan Santai
Hal terbaik yang bisa Anda lakukan saat menghadapi anak threenager yang berulah adalah tetap tenang. Memang tidak segampang kedengarannya. Apalagi mereka seakan selalu tahu kapan membuat Anda kesal. Tapi anak-anak selalu meniru kebiasaan orang tuanya. Jadi dengan tetap tenang Anda mengajarkannya bagaimana mengontrol perasaannya saat masalah datang. Karena terkadang mereka hanya mengetes reaksi orang tua mereka.

Berikan ‘Sedikit’ Kebebasan
Anak tiga tahun sering kali kesulitan menyatakan kebebasannya dan ini yang menyebabkan orang tua dan batita sering ‘perang’. Cara terbaik mengatasi ini adalah dengan memberikan beberapa kebebasan. Walaupun ia melakukan apa yang Anda tidak suka, tanyakan pada diri Anda sendiri apakah hal tersebut memang benar-benar penting. Jika tidak, biarkan ia melakukannya. Berpakaian adalah isu penting bagi anak tiga tahun. Mereka sering memiliki ide tentang apa yang ingin mereka pakai, yang bisa jadi berbeda dengan orang tua mereka. Ingatlah bahwa batasan yang paling utama tidak boleh mereka lakukan adalah yang membahayakan jiwa dan kesehatan mereka sendiri (termasuk menyakiti diri sendiri), membahayakan jiwa dan kesehatan orang lain, merugikan orang lain, menyakiti orang lain, dan merusak barang-barang.

Lakukan Bersama

Menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain bersama anak-anak juga bisa membantu. Jika Anda hanya menyuruh anak-anak melakukan sesuatu sendiri, misalnya makan, maka ia akan berpikir, ‘Kenapa hanya saya yang disuruh-suruh makan?’. Dia merasa dirinya sudah besar, sehingga ingin melakukan aktivitas bersama orang-orang besar lainnya. Jadi sebaiknya ajak ia makan bersama di meja makan seperti orang dewasa.

Rasa Humor
Memang tingkah laku batita sering membuat Anda ingin menarik-narik rambut Anda. Tapi humor bisa meredakan stres Anda dan anak. Ingatlah untuk selalu melihat sisi lucu dari segala hal, tak peduli ‘serusuh’ apa rasanya situasi yang tengah Anda hadapi atau seburuk apa tingkah laku mereka. Masa-masa ini tidak akan berlangsung selamanya, kok.Hadapi dengan Santai.

Hal terbaik yang bisa Anda lakukan saat menghadapi anak threenager yang berulah adalah tetap tenang. Memang tidak segampang kedengarannya. Apalagi mereka seakan selalu tahu kapan membuat Anda kesal. Tapi anak-anak selalu meniru kebiasaan orang tuanya. Jadi dengan tetap tenang Anda mengajarkannya bagaimana mengontrol perasaannya saat masalah datang.

 Masa-masa ini tidak akan berlangsung selamanya, kok.





LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...