Thursday, November 29, 2012

Semalam dan Sepagi ini


Saya dan Fahrur harus berjibaku dengan kerjaan, beradaptasi dengan keadaan, ga ada lagi cerita kost atau mess, sekarang yang ada hanya kami berdua di rumah kontrakan. Meribetkan diri dengan segala hal, mulai dari pindahan, beli ini-itu, sampai masak *yang terakhir ini baru aja gagal* hehehehe

Alhamdulillah, kontrakan saya ga sampe 5 menit udah nyampe kantor. Sedangkan Fahrur harus berjuang melawan kantuk dan polusi agar sampai di kota tetangga, yah sekitar 45 menit perjalanan dengan bis atau motor *puk-puk perutnya Fahrur* (Semangat ya sayangku...!!!)

Dan yang kami dapat selain kesenangan adalah capek. Bukan berarti saya ngeluh ya, ini capek diartikan karena saya dan suami masih adaptasi dengan keadaan. Semalam kami berdua suap-suap-an sharing tentang pernikahan yang masih seumur biji kacang ijo ini. Kehidupan yang baru kami awali. Saya sendiri dulu banget, ketika masih bocah, ga pernah bubuk lagi setelah sholat shubuh dan ngaji *anak lulusan Madrasah* Tapi akhirnya kebiasaan itu berangsur-angsur hilang ketika saya tinggal dan kerja di Jakarta dan terus berlanjut sampai sebelum saya nikah *buka aib sendiri* Karena hidup di Jakarta sangatlah penuh dengan letupan esmosi (menurut saya). Apalagi saya terbiasa dengan jalanan yang tidak berpotensi macet, kemana-mana dekat, dls. Kerja di Ibukota masuk jam 8 pagi, tapi saya harus berangkat jam 6 pagi dan pulang yang seharusnya jam 1/2 5 sore, ternyata baru nyampe rumah sekitar jam 9 malam dan begitu seterusnya. Suka stress sendiri pas terbangun dan menghadapi kenyataan bahwa sudah pagi dan harus bekerja dan ini juga bukan hari libur !!! aarrgghhhh....

Fahrur sendiri meskipun tinggal di mess, tetep aja ada yang ngelayani. Ke mess tinggal jalan kaki, baju kotor ada yang nyuciin, dls, dsb So, eng ing eng many surprises after the wedding. Such as travel abroad and jet lag :$
Biasanya suami sampai rumah sebelum maghrib, sekitar jam 1/2 6. Saya paling ga sudah harus nyiapin minuman hangat dan tentu saja makanan *kami lagi program diet* terus nyuci, bersih-bersih, buka laptop or ipod sambil liat tivi, ngobrol-ngobrol, dan ga kerasa tiba-tiba waktu menunjukkan angka 9 malam. Ya Ammpun.... hari begitu cepat berlalu. 

Why Time Flies When You're Having Fun ??

Kenapa waktu berjalan cepat ketika kamu senang atau bahagia? Harus having fun terus yaaa.... inilah yang harus kami jalani. Meskipun capek, kami harus tetap Fun. Bila salah satu pasangan down, marah, dls, pasangan lainnya harus bersikap sebaliknya. Dia harus tetap memberi support meskipun dia juga sedang ada masalah. Paling tidak, ada orang yang mau merelakan bahunya dan telinganya untuk berbagi. When people are experiencing positive emotions or situation, they feel like time is passing faster than when they experience negative feelings.

 


 Menikah itu serasa tinggal di Jakarta. Tapi saya lebih memilih menikah dan tidak tinggal di Jakarta :)

NB: 

  • Terlepas dari hiruk pikuknya Ibu Kota, Jakarta telah memberikan salah satu pelajaran hidup yang terbaik untuk saya. Trims Jekardaaa :)   
  • Bersyukur sekali dapat kontrakan yang deket banget sama masjid. Meskipun saya lebih banyak sholat di rumah, tetapi lihat suami yang (Alhamdulillah) dengan rajinnya ke masjid itu selalu membuat saya bersyukur dengan keadaan kami sekarang. Semoga Allah selalu menerangi keluarga kami dengan ridho dan rahmat-Nya. Amiiin....     
  • Happy 23th B-Day Dek Vita :*


 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...