Monday, January 9, 2012

Benda Mati

Beberapa dari kita atau mungkin semuanya mempunyai sifat penyayang. yaaa.... penyayang apapun lah. tapi mungkin ga banyak dari kita yang menyayangi benda mati ? apa yang mau disayang, ngerespon (aktif) aja nggak :))

Saya adalah salah satu orang yang menyayangi benda mati. Kemarin tiba-tiba keinget betapa banyaknya (seumur hidup ini) benda mati yang saya sayang-sayang sampai ga tega membuang. Dan pada akhirnya menjadi sifat saya hohohoho

Kalau mau di flashback, sifat ini sudah terjadi dari saya masih kecil. Oke, Mama saya adalah seorang abdi negara di bidang kebersihan. So, ga ada tuh ceritanya buang-buang sampah sembarangan, malu lah ma negara (ga ada hubungannya juga sih...). Singkat cerita, sewaktu kecil itu, saya ga pernah membuang bungkus apapun kalau ga dikumpulin dulu ma bungkus-bungkus yang lain. Saya membayangkan, (contoh) bungkus permen itu adalah anak-anak dari ibu besar bungkusan. Jadi, kalau mereka dibuang sendiri-sendiri (baca : dipisahkan), maka akan menjadi suatu kejadian haru nan dramatis. Dan saya sendiri ga ngerti darimana pikiran ituh zzzzzZZZZZ

Lama-lama, kebiasaan itu menjadi sifat menyimpan "kenang-kenangan". Sebenernya sih barangnya ga terlalu penting, tapi karena ada "cerita" dari barang ituh, akhirnya disimpan. Kayata, seseorang ngasih saya kado, bungkus kado nya ga akan saya buang & tersimpan rapi. Begitu juga makanan, pas mau dimakan, muncul rasa ga tega seperti timing untuk memakannya selalu ga tepat dan akhirnya kadaluarsa (kyaknya yang ini turunan deh). Manusia ini (aRieN) , adalah salah satu orang yang apes dengan sifat saya ini hag hag hag gara-gara ga sengaja saya kasih makanan kadaluarsa (ga tega kalau dibuang, akhirnya dikasihkan ke orang).

Dan pada akhirnya, setelah kerja gini, saya masih suka bicara sama boneka (Blekki), seolah mereka hidup. Begitu juga dengan komputer, kalkulator, dls (partner kerja saya yang baru sampai terherman-herman). Yah saya tahu itu benda mati, tetap akan kita rawat dengan baik. Itulah kenangan, saksi buta kita sampai tua.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...