Thursday, March 10, 2011

Curahan hati a.k.a Curhat

Curhat atau dicurhatin..... Tidak saja "hanya" mendengarkan orang yang berbicara tentang masalahnya kepada kita, tapi kita bisa membantu mereka untuk memecahkan masalahnya. Karena, secara tidak sadar, ketika seseorang menceritakan masalahnya pada orang lain (baca : curhat), maka masalah itu sebenarnya sudah berkurang sebanyak 50 % !! Makanya, kadang-kadang setelah curhat, kita jadi sedikit agak lega....... Atau malah jadi bisul gara-gara kelamaan dipendam terus?xixixixixi

Menjadi orang yg dicurhatin itu gampang-gampang susah. Karena kita menghadapi manusia yang mungkin saja bermasalah dengan dirinya sendiri (ga sadar punya masalah). Sebagai seorang "tong sampah", paling tidak kita harus tau seni-seninya. Ada dua yang perlu diketahui, yaitu non-verbal dan verbal....

• Non - Verbal
1. Memulai hubungan
Biasanya kalau orang yang curhat adalah sahabat, teman ataupun keluarga, cara ini akan jauh lebih gampang, karena kita sudah mengenal kondisi mereka sebelumnya. tapi kita harus tetap memulainya dengan :
- Kontak mata
bukan dari matah turun ke hati terus jadi cinta ssiihh... tapi dengan kontak mata, kita bisa membuat orang lain nyaman & meskipun tidak diucapkan, mata akan berbicara bahwa kita perhatian atas apa yang mau diceritakan =))
- Ekspresi wajah
jangan mrengut & jangan tersenyum kecut... beri senyuman pada mereka & kehangatab pasti akan datang. bahagia itu menular...
- Posisi tubuh
kalau sudah asyik ber-curhat ria, pas ti ga inget waktu. cari posisi yang enak & membuat lawan bicara juga gampang mengutarakan sesuatu. ingat, mereka sedang menghadapi masalah, kita dipercaya mereka untuk membantu.

2. Kehangatan, Empati dan Keaslian
- Kehangatan
Berusaha bersikap sebaik mungkin dengan orang lain, memberikan kenyamanan saat bersama mereka dan memberi perhatian yang tulus.
- Empati
Memahami perasaan orang lain dan seakan-akan merasakan hal yang sama dengan mereka.
- Keaslian
Berbagi cerita dengan keaslian kita, tidak dibuat-buat, spontanitas dan alamiah. Mereka akan senang apabila kita tak bersikap menggurui.

• Verbal
1. Penguatan sederhana
Kita harus dapat menjaga kontak mata dengan klien, karena dari sanalah kita bisa membuat klien melanjutkan ceritanya. Namun ingat, kontak mata yang bener... Bukan keganjenan hehehehe

2. Rephrasing
Mengucapkan kembali apa yang sudah mereka ceritakan pada kita dengan bahasa yang erbeda. Bisa dikatakan mengulang kembali dengan bahasa kita dan apa yang kita dapat dari cerita mereka tadi, agar tidak terjadi salah paham atau ga nyambunngg....

3. Respon reflektif
Mereson apa yang dibicarakan mereka dengan kata-kata ketika mereka sudah bercerita panjang dan lebar, namun tidak menyadari bahwa masalah tersebut ada di diri mereka sendiri

4. Klarifikasi
Membuat pernyataan tertentu bahwa kita sudah menangkap masalah atau apa yang diungkapkan mereka. (kesimpulan awal dari curhat itu)

5. Interpretasi
Mengetahui lebih dalam setelah proses klarifikasi (mencari makna). cari akar masalahnya, biar ga tumbuh lagi... (semacam panu :D )

6. Memberikan Informasi
Mulai memberikan informasi yang dibutuhkan mereka, karena kadang-kadang mereka mendapat masalah karena kurangnya informasi

7. Menekankan pada kekuatan klien
Memberikan motivasi atau semangat kepada klien, agar mereka bisa memecahkan masalahnya

8. Mendapatkan informasi
Mengeluarkan pertanyaan yang bersifat terbuka (dijawab dengan panjang) atau tertutup (dijawab dengan pendek) dan berhati-hatilah dengan penggunaan kata "mengapa", karena berpotensi menyudutkan.

Nah itulah beberapa tekhnik yang perlu diketahui. Dan ingat, ketika kita membantu mereka dalam memecahkan masalah, kita perlu tahu paling tidak sedikit mengenai mereka. Karena meskipun masalahnya sama, pemecahannya akan berbeda pada tiap-tiap individu.setiap manusia itu unik =)

semoga membantuu... \(^ _ ^)/

Sumber : Dasar-Dasar pekerjaan Sosial

[Help People to Help Themselves]

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...