![]() |
| sumber : tribunnews.com |
Saturday, September 19, 2015
PENDIDIKAN UNTUK ANAK PENYANDANG DISABILITAS
Friday, April 27, 2012
Dilema Kehidupan
Monday, January 9, 2012
Hasil d.i.L.e.m.a ^-^
![]() |
| Hasil Seleksi Saya :)) |
Monday, December 19, 2011
TUJUAN AWAL MU APA ??
Friday, April 29, 2011
at the office
wkwkwkwkwkwk pengen ngakak aja, ga kerasa terakhir nulis blog ngomongnya bakal cepet ngerti tempat penempatan, ternyyyaaatttaaa harus nunggu hampir setengah bulan untuk bisa nongkrong & kerja (ya iyalah kerja, masak bokong !)
oke, saya sekarang di SURABAYA
yang pasti bukan bagian dari impian saya untuk berada cepat di daerah pusat Provibsi jawa Timur ini, namun seperti mimpi ato hukum tarik menarik yang menempatkan saya disini.
flashback lagi.... dulu banget, saya memastikan ga akan hidup apalagi kuliah di kota ini. kenapa? karena kota ini sangat panas, hot hot pop & karena saya mampu mengeluarkan keringat lebih. itulah makanya sayaselalu milih pegunungan daripada pantai :))
Saya tahu, namanya rejeki tak dapat ditolak. saya bersyukur ditempatkan disini, saya rasa ini awal yang baik untuk memulai karier. ALHAMDULILLAH !!!
selamat buat saya, selamat buat semua doa-doa yang sudah mengalir penuh khidmat !
THANKS (n_n)
Saturday, March 19, 2011
Zona Nyaman
Pikiran ini sebenarnya sudah menyeruak sejak awal mendaftarkan diri menjadi abdi negara. Pilihan untuk tetap tinggal di "kampung halaman" atau berpindah ke lain hati, entah di pulau yang sama atau di pulau tetangga. Semangat keluar dari zona nyaman mungkin sudah terbaca mulai awal menapaki masa kuliah. Seorang anak muda (ya pada masa itu saya masih muda) di tahun 2004, ingin sekali meneruskan sekolah di Universitas Negeri (UN). Secara prestige lulus SPMB, siapa yang tidak mau? Tapi lebih dari itu karena UN lebih murah. Oke... Tidak terpikir untuk keluar dari kota, tapi apa daya saya ga terlalu suka yang berbau matematika, IPA atau apalah itu. Yang saya pikirkan adalah anak IPS harus masuk ke bidang sosial juga (orang yang berpikir linier tapi ga dibarengi dengan kenyataan. Sedih !). Pilihan pertama jatuh pada Komunikasi - UB. Baru buka dan pasti saya cocok dengan kerjaan saya yang lebih banyak ngobrol daripada mikir hihihi Pilihan kedua...... *mikir* saya ga suka hitung-hitungan, saya ga suka surabaya, kota lain terlalu jauh tapi mama bilang "coba HI di Jember, ntar bisa bareng mbak Anggi!" dan akhirnya kembali membuka daftar universitas, jurusan, coret sana-sini, pilih sana-sini, pilihan pun jatuh pada KESEJAHTERAAN SOSIAL. Apa itu? Saya juga ga tau. Tapi yang pasti, ada kata "SOSIAL" sebagai embel-embelnya (sangat linier bukan??) *sampai hari ini, saya masih belum menemukan alasan kenapa saya ga pilih SOSIOLOGI??*
Saya diterima... Dipilihan kedua. WILKOMEN JEMBER...!! Kota disebelah Blitar, dekat Malang, mungkin hawanya adem.... Namun kenyataan itu buyar seiiring datangnya waktu daftar ulang. Kota yang saya kira dekat ternyata harus melewati sekurang-kurangnya 3 kota - kabupaten dan berhawa panas. Hhaaiisshhhh saya memang dudut fenomenal....!! Saya masih ingat, tangisan saya yang pertama di Jember adalah ketika keluarga saya pulang kembali ke Malang. Saya ditinggal, di kos-kos-an, sendiri??!! *maap lebay* oohh mmyy.... Selamat, anda menjadi anak Kos :)
Hari-hari menjadi mahasiswa begitu indah & bahagia, karena saya tinggal di kosan bersama mahasiswa absurd lainnya. Uang saku + kosan pertama 550 rb dan terakhir 850 rb. IP terendah saya 2.6 , tertinggi 3.7 dan berakhir dengan 3.25 *ujian skripsi 2 kali* . Jember kota yang panas tapi membuat alergi dingin saya berhenti meskipun sesaat. Jember kota kedua saya. Saya bisa keluar dari Zona Nyaman, dalam hal ini keluarga. Saya mau kerja di Jember atau Malang saja (pikiran muda setengah tua).
Jakarta... Iya, saya disana selama kurang lebih 2 (dua) tahun, 2 bulan setelah lulus kuliah. Saya ga dapat pekerjaan di Jember dan di Malang. Eksodus mungkin kata yang tepat... Kota Impian & kota yang tidak ingin saya tinggali. Saya lebih suka pegunungan daripada laut. Sama dengan saya lebih suka kota kecil daripada kota besar. Pekerjaan pertama saya adalah menjadi Call Center di sebuah Bank Asing milik UK. Saya idiealis, belum realistis. Saya masih ingin linier. Tuhan mencoba saya dengan keteguhan hati. Juni 2009, saya diterima di Instansi yang bergerak di bidang sosial. Linier ? YA ! Sangat ! Nyaman ? Belum tentu ! Saya bisa punya banyak uang tanpa harus bekerja susah payah, saya mendapat prestige , tapi saya tidak nyaman. Saya resign di bulan Desember 2009.
Malang, saya kembali! Saya kembali percaya untuk bisa mendapatkan pekerjaan disini dan selamat.... Anda memasuki zona nyaman lagi! Saya menganggur kurang lebih 6 bulan, tapi prinsip saya sudah berubah menjadi idealis realistis. Karena saya sudah jatuh cinta pada "pilihan" kedua" saya, Kesejahteraan Sosial ! Juni 2010 saya kembali bekerja, di instansi kepemudaan sebagai fasilitator. Beberapa bulan berjalan dengan kenyamanan ini, di bulan Oktober lowongan menjadi abdi negara muncul lagi. Saya pilih Kalimantan. Borneo yang saya yakini indah, pulau yang bisa menciptakan kesuksesan bagi saya dan mungkin saja orang lain. Saya terbang kesana, ikut tes, lolos, tes dan lolos lagi. Lancar namun kenyataannya saya gagal di tahap terakhir. Ketika semua kemandirian muncul, keluar dari zona nyaman sudah terbuka lebar, saya gagal dan saya sedih. Keidealisan anda gagal total saudari tYA ! Kembalilah menuju jalan yang real....!! Saya kembali ke zona nyaman. Zona bersama keluarga
Allah tahu yang terbaik. Orang tua saya tidak lagi muda, hampir tiap hari mereka minta dipijat, hampir tiap hari juga mereka minum obat, wajah mereka bukan lagi wajah pekerja keras tapi mereka tetap berusaha untuk keras. Keriput, rambut putih, omelan yang bukan untuk saat ini tapi masa depan. Sekarang mereka lebih suka tertidur di sofa ketika menonton sinetron *aahhhhh saya terharu :'( * saya tahu, mereka sekarang sudah berada di Zona Nyaman. Zona pilihan mereka.
Saat ini, saya sedang menunggu keputusan dimana saya akan tinggal. Entah untuk sementara atau selamanya. Entah nyaman atau tidak. Saya tidak bisa memilih, tapi ini pilihan saya untuk masuk didalamnya. Keputusan ini linier dan tetap idealis juga realistis. Apakah keputusan ini akan membuat saya tetap di dalam atau di luar zona nyaman itu? Allah Maha segalanya, semua keputusan yang akan saya dapatkan nanti, saya percaya itulah yang terbaik...
Fabbiayi alla irrobi kuma tukadziban...
Thursday, March 10, 2011
Curahan hati a.k.a Curhat
Menjadi orang yg dicurhatin itu gampang-gampang susah. Karena kita menghadapi manusia yang mungkin saja bermasalah dengan dirinya sendiri (ga sadar punya masalah). Sebagai seorang "tong sampah", paling tidak kita harus tau seni-seninya. Ada dua yang perlu diketahui, yaitu non-verbal dan verbal....
• Non - Verbal
1. Memulai hubungan
Biasanya kalau orang yang curhat adalah sahabat, teman ataupun keluarga, cara ini akan jauh lebih gampang, karena kita sudah mengenal kondisi mereka sebelumnya. tapi kita harus tetap memulainya dengan :
- Kontak mata
bukan dari matah turun ke hati terus jadi cinta ssiihh... tapi dengan kontak mata, kita bisa membuat orang lain nyaman & meskipun tidak diucapkan, mata akan berbicara bahwa kita perhatian atas apa yang mau diceritakan =))
- Ekspresi wajah
jangan mrengut & jangan tersenyum kecut... beri senyuman pada mereka & kehangatab pasti akan datang. bahagia itu menular...
- Posisi tubuh
kalau sudah asyik ber-curhat ria, pas ti ga inget waktu. cari posisi yang enak & membuat lawan bicara juga gampang mengutarakan sesuatu. ingat, mereka sedang menghadapi masalah, kita dipercaya mereka untuk membantu.
2. Kehangatan, Empati dan Keaslian
- Kehangatan
Berusaha bersikap sebaik mungkin dengan orang lain, memberikan kenyamanan saat bersama mereka dan memberi perhatian yang tulus.
- Empati
Memahami perasaan orang lain dan seakan-akan merasakan hal yang sama dengan mereka.
- Keaslian
Berbagi cerita dengan keaslian kita, tidak dibuat-buat, spontanitas dan alamiah. Mereka akan senang apabila kita tak bersikap menggurui.
• Verbal
1. Penguatan sederhana
Kita harus dapat menjaga kontak mata dengan klien, karena dari sanalah kita bisa membuat klien melanjutkan ceritanya. Namun ingat, kontak mata yang bener... Bukan keganjenan hehehehe
2. Rephrasing
Mengucapkan kembali apa yang sudah mereka ceritakan pada kita dengan bahasa yang erbeda. Bisa dikatakan mengulang kembali dengan bahasa kita dan apa yang kita dapat dari cerita mereka tadi, agar tidak terjadi salah paham atau ga nyambunngg....
3. Respon reflektif
Mereson apa yang dibicarakan mereka dengan kata-kata ketika mereka sudah bercerita panjang dan lebar, namun tidak menyadari bahwa masalah tersebut ada di diri mereka sendiri
4. Klarifikasi
Membuat pernyataan tertentu bahwa kita sudah menangkap masalah atau apa yang diungkapkan mereka. (kesimpulan awal dari curhat itu)
5. Interpretasi
Mengetahui lebih dalam setelah proses klarifikasi (mencari makna). cari akar masalahnya, biar ga tumbuh lagi... (semacam panu :D )
6. Memberikan Informasi
Mulai memberikan informasi yang dibutuhkan mereka, karena kadang-kadang mereka mendapat masalah karena kurangnya informasi
7. Menekankan pada kekuatan klien
Memberikan motivasi atau semangat kepada klien, agar mereka bisa memecahkan masalahnya
8. Mendapatkan informasi
Mengeluarkan pertanyaan yang bersifat terbuka (dijawab dengan panjang) atau tertutup (dijawab dengan pendek) dan berhati-hatilah dengan penggunaan kata "mengapa", karena berpotensi menyudutkan.
Nah itulah beberapa tekhnik yang perlu diketahui. Dan ingat, ketika kita membantu mereka dalam memecahkan masalah, kita perlu tahu paling tidak sedikit mengenai mereka. Karena meskipun masalahnya sama, pemecahannya akan berbeda pada tiap-tiap individu.setiap manusia itu unik =)
semoga membantuu... \(^ _ ^)/
Sumber : Dasar-Dasar pekerjaan Sosial
[Help People to Help Themselves]



